Header Rabu, 22 November 2017

Kemegahan Stadion Harapan Bangsa Sirna Ditelan Zaman

Dibuat oleh Ari Hermansyah Pada Selasa, 10 November 2015 14:32 - Indonesia

Kemegahan Stadion Harapan Bangsa Sirna Ditelan Zaman

Stadion Harapan Bangsa merupakan salah satu stadion kebanggaan masyarakat Banda Aceh khususnyan, dan umunya untuk semua warga Aceh. Stadion yang berkapasitas 45.000 penonton ini terletak di Banda Aceh sebagai homebase Persiraja Banda Aceh yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia tahun 2014. Selain Persiraja, Aceh United juga bermarkas di stadion ini dalam kompetisi Liga Primer Indonesia 2011 silam.


Stadion kebanggan tanah rencong ini beberapa kali mengalami kerusakan sehingga harus dilakukan renovasi. Puncaknya ketika Aceh dilanda Tsunami, stadion ini ikut menjadi korban keganasan bencana alam yang merenggut puluhan ribu nyawa rakyat Banda Aceh dan sekitarnya. FIFA pun harus ikut turun tangan dalam mendanai renovasi stadion yang pada era tahun 2000-an ini menjadi salah satu stadion terbesar di Indonesia.


Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, semakin banyak pembangunan-pembangunan stadion di Indonesia. Saat ini muncul banyak stadion mewah nan megah dengan biaya pembangunan yang sangat fantastis berdiri kokoh mewarnai persepakbolaan Indonesia. Hal tersebut secara otomatis membuat Stadion Harapan Bangsa ketinggalan zaman dan perlahan mulai mengendur keindahannya.

Advertisement

Akibat tidak adanya perhatian dari Pemerintah Banda Aceh membuat Stadion yang pernah berjaya dan masuk dalam kategori stadion bertaraf Internasional ini kini masuk di jajaran stadion yang rusak dengan kualitas yang sangat buruk baik dari segi bangunan maupun kebersihan lingkungan stadion. Kursi tribun yang dulunya menggunakan kualitas terbaik kini sebagian mulai rusak. Atap stadion juga terlihat banyak yang bolong karena terpaan angin kencang.


Atap stadion ini setiap tahunnya mengalami kerusakan yang semakin parah, hal ini tercatat resmi dalam sebuah redakso surat kabar sejak tahun 2010, 2011, 2013 hingga sekarang. Dengan kondisi seperti ini sangat membahayakan keselamatan bagi para atlet yang berlatih, pasalnya setiap ada hembusan angin kencang, seng atap stadion ini terlempar ke tanah.


Sejak mulai tahun 2011 stadion ini terus dilakukan renovasi, tercatat renovasi pertama menghabiskan dana sebesar 1,2 miliar rupiah dengan menggunakan dana dari APBA 2011. Bencana alam seolah menjadi permasalahan utama stadion ini, pada 2012 bencana badai kembali menyerang stadion ini, akibatnya kerusakan stadion menjadi kian parah. Dengan keterbatasan dana dan kesulitan mencari dana renovasi, akhirnya stadion ini dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah setempat sampai saat ini.

Berita Terkait :


Bagikan :
share fb share g+ share twitter

Tinggalkan Komentar

Komentar Terbaru

Belum ada komentar
Top