Header Selasa, 19 September 2017

Menarik, Tidak Ada Hasil Seri Dalam Pertandingan Piala Jenderal Sudirman

Dibuat oleh Ari Hermansyah Pada Kamis, 12 November 2015 15:31 - Indonesia

Menarik, Tidak Ada Hasil Seri Dalam Pertandingan Piala Jenderal Sudirman

Gelaran Piala Jenderal Sudirman menerapkan sistem perolehan poin berbeda yang didapat dari pertandingan. Meniru sistem perolehan poin yang dulu pernah diterapkan di Liga Jepang dengan tidak adanya hasil imbang dalam pertandingan.


Jika kedua tim bermain imbang selama 2 x 45 menit, maka akan dilakukan babak tambahan melainkan langsung dengan adu penalti.


Perolehan poin dari setiap tim akan berbeda-beda sesuai dengan jalannya pertandingan. Jika tim menang dalam waktu normal maka otomatis langsung dapat poin tiga, sementara yang kalah tidak dapat poin. Lalu untuk tim yang menang dalam laga adu penalti akan mendapat dua poin, bagi yang kalah dalam adu penalti juga tetap mendapat poin yakni satu poin.


Penerapan sistem poin ini hampir mirip dengan sistem poin yang pernah diterapkan di Liga Jepang pada tahun 90-an dan mulai di tinggalkan pada tahun 2004 silam. Pada saat itu Liga Jepang merupakan kompetisi liga terbaik di Asia.


Bukan hanya Jepang, Major League Soccer (MLS) juga pernah menerapkan sistem poin seperti ini sejak tahun 1996 sampai dengan tahun 2000 sebelum akhirnya MLS mengadopsi sistem poin seperti yang diterapkan di Eropa. Liga Brasil pun pernah memakai sistem ini dan sudah lama di tinggalkan sejak mulai tahun 2000.


Hasani Abdulgani, Ketua Panitia Pelaksana Piala Jenderal Sudirman yang sekaligus CEO Mahaka Sports adn Entertainment mengatakan bahwa mereka memang sengaja menerapkan sistem poin yang mereka adopsi dari Liga-Liga terbaik dunia pada jaman dahulu. Hal ini demi menyuguhkan sebuah turnamen yang menarik, kompetitif serta berbeda dari yang lainnya.

Advertisement

"Kami hanya ingin kompetisi yang kompetitif. Dengan hasil seperti ini, pertandingan akan semakin seru dan menegangkan samapi akhir karena tidak ada hasil imbang," ungkap CEO Mahaka Sports ini.


"Penonton pastinya akan puas. Pertandingan tidak akan terhenti dalam keadaan tidak klimak, pertandingan akan selalu berakhir klimaks karena akan selalu ada yang menang," tambah dia.


Sistem format poin ini juga sekaligus membedakan tentang bonus match fee setiap pertandingan. Masing-masing tim akan mendapat hadiah match fee yang berbeda antara menang dalam waktu normal dan menang sampai adu penalti.


Bonus match fee Rp. 125 juta akan diberikan pada tim yang menang dalam waktu normal, sedangkan yang kalah akan mendapatkan Rp. 75 juta. Untuk pemenang dalam laga adu penalti, Panpel akan memberikan bonus match fee sebesar Rp. 110 juta sedangkan yang kalah dalam adu penalti akan mendapatkan Rp. 90 juta.


Dengan demikian, setiap tim bukan hanya mengejar poin saja. Jika tim ingin mendapat bonus match fee yang lebih besar, mereka harus lebih bekerja keras dan persaingan akan menjadi lebih kuat," pungkasnya.

Berita Terkait :


Bagikan :
share fb share g+ share twitter

Tinggalkan Komentar

Komentar Terbaru

Belum ada komentar
Top