Header Senin, 25 September 2017

Persib Bersiap Angkat Koper Setelah Kalah 0 2 dari Pusamania BFC

Dibuat oleh Irfan Ruswandi Pada Jum'at, 27 November 2015 23:06 - Indonesia

Persib Bersiap Angkat Koper Setelah Kalah 0 2 dari Pusamania BFC

HanyaBola.com - Persib Bandung harus bersiap mengubur ambisinya lolos ke babak perempat final Piala Jenderal Sudirman 2015 dan angkat koper, setelah mengalami kekalahan 0-2 (0-1) dari Pusamania Borneo FC di Stadion Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (27/11/2015). Dua gol Pusamania dicetak Sultan Sama dan Terens Puhiri menit 34 dan 74.

Persib harus siap tersingkir di turnamen ini karena sebelumnya di Grup C Surabaya United memenangi laga kontra Persela Lamongan skor 4-3. Bagi Persib ini kekalahan kedua, sebelumnya dikalahkan Surabaya skor 0-1. "Maung Bandung" bisa saja lolos sebagai peringkat ketiga terbaik grup, namun dengan catatan dalam pertandingan terakhirnya, Senin (30/11/2015) mengalahkan PS TNI. Jika menang, belum tentu lolos pula karena harus menunggu hasil pertandingan tim-tim lain di Grup A dan B.

Performa Persib ini menjadi antiklimaks dari prestasi Persib dalam dua tahun terakhir dengan menjuarai Liga Super Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015. Ribuan bobotoh yang jauh-jauh datang ke stadion dan terus-terusan memberi semangat pun tampak berderai air mata tak menerima kekalahan timnya.

Dalam pertandingan ini Persib belum menemukan bentuk aslinya. Terutama kerja sama dalam membangun serangan. Sedangkan Pusamania proses transisi dari bertahan ke menyerang begitu rapi. Serangan Pusamania melahirkan tendangan bebas di menit 7. Hamka Hamzah yang menjadi eksekotor arah bolanya masih bisa ditangkap oleh kiper I Made Wirawan.

Persib mencoba membangun serangan. Tapi dalam upayanya, Firman utina mengalami benturan dengan Ade Jantra di menit 13. Juga dengan pergerakan energik dari Gian Zola harus berbuah benturan setelah Arphany menjegalnya di menit 22. Hadangan Arphany yang mengenai selangkangan Zola berbuah kartu kuning.

Saat menit 29, gawang Persib nyaris kebobolan setelah Rizky Pora melakukan tendangan keras dari set piece. Beruntung I Made sukses mengamankan bola.

Usai water break, tembakan Firman dari situasi bola mati hampir saja membobol gawang Pusamania. Sial bagi Persib karena Pusamania memiliki kecepatan saat melakukan serangan balik. Kecerdikan pemain Pusamania akhirnya membuahkan hasil setelah Sultan Sama membobol jala Persib. Persib tertinggal 0-1 di menit 34.

Pada pengujung babak pertama, Persib berkali-kala dalam kondisi tertekan. Serangan sporadis dari Pusamania membuat kiper I Made berjibaku meyemalamatkan bola. Usai jeda, Persib melakukan pergantian pemain. Zola digantikan Atep, dan Febri keluar untuk dimainkan Tantan. Pergantian tersebut tak membuat Persib mendominasi permain.

Firman yang mengambil alih kapten dan bermain sejak babak pertama tampak mengalami kelelahan. Akibatkan dua peluang dari tendangan penjuru melahirkan tembakan yang kurang akurat. Pada menit 60, Tantan diganjar kartu kuning.

Dukungan yang minim dari second line membuat Spaso tampak mati kutu. Satu tembakan di menit 61 masih melambung di atas mistar gawang. Akurasi masih menjadi problem permainan Persib. Sehingga upaya mengejar defisit gol harus kandas di area penalti lawan. Di menit 70 peluang terbaik Persib lahir saat tendangan bebas Firman disambut dengan tembakan keras Konate. Sayang, lagi-lagi menemui kebuntuan.

Pusamania akhirnya menambah koleksi golnya melalui Terens Puhiri menit 74. Berawal dari aksi individu melahirkan sebuah tembakan keras dari samping kanan tak sanggup diantisipasai I Made. Saat selebrasi, Terens mendapatkan kartu kuning karena memamerkan kalimat di dalam kaus dalamnya. Dalam 14 menit waktu tersisa, Persib masih berjuang dengan memasukkan Yandi menggantikan Ilija spasojevic.

Semestinya Persib bisa mencetak gol di menit 85 melalui kerja sama rapi yang dibangun Tantan, Yandi dan Konate. Tapi lagi-lagi masalah finishing touch dialami para pemain Persib. Di menit 90, Tantan harus diusir wasit karena protes setelah Diego Michael berbenturan dengan Ahmad Jufrianto. Ketika itu Tantan menilai aksi Diego justru untuk mengulur-ulur waktu dan bertepuk tangan di depan wasit Handri Kristanto.  Kondisi ini membuat perjuangan Persib kian berat mengejar defisit gol. Skor 0-2 untuk kekalahan Persib bertahan hingga laga usai.


Di menit 90, Tantan harus diusir wasit karena protes dengan bertepuk tangan di depan wasit setelah Diego Michael berbenturan dengan Ahmad Jufrianto. Ketika itu Tantan menilai aksinya Diego justru untuk mengulur-ulur waktu.  Kondisi ini membuat perjuangan Persib kian berat mengejar defisit gol.


Semestinya Persib bisa mencetak gol di menit 85 melalui kerjasama rapi yang dibangun Tantan, Yandi dan Konate. Tapi lagi-lagi masalah finishing touch dialami para pemain Persib.

Advertisement
Dalam 14 menit waktu tersisa, Persib masih berjuang dengan memasukkan Yandi menggantikan Ilija spasojevic.
Saat selebrasi, Terens mendapatkan kartu kuning karena memamerkan kalimat di dalam kaus dalamnya.

Di menit ke-70 peluang terbaik persib lahir saat tendangan bebas Firman Utina disambut dengan tembakan keras Konate. Sayang, lagi-lagi menemui kebuntuan. Pusamania akhirnya menambah koleksi golnya melalui Terens Puhiri di menit 74. Sebuah tembakan keras dari samping kanan tak sanggup diantisipasai I Made. Skor menjadi 2-0.

Dukungan yang minim dari "second line" membuat Spaso tampak mati kutu. Satu tembakan di menit 61 juga masih melambung di atas mistar gawang. Akurasi masih menjadi problem permainan Persib. Sehingga upaya mengejar defisit gol harus kandas di area penalti lawan.

Usai jeda, Persib melakukan pergantian pemain Zola digantikan Atep, dan Febri keluar untuk dimainkan Tantan.  Pergantian tersebut tak membuat Persib mendominasi permain. Firman yang mengambil alih kapten dan bermain sejak babak pertama tampak mengalami kekelahan. Akibatkan dua peluang dari tendangan penjuru melahirkan tembakan yang kurang akurat.

Di penghujung babak pertama, Persib berkali-kala dalam kondisi tertekan. Serangan seporadis dari Pusamania membuat kiper I Made berjibaku meyemalamatkan bola.

Sial bagi Persib, karena pusamania memiliki kecepatan saat melakukan serangan balik. Kecerdikan pemain Pusamania akhirnya membuahkan hasil setelah Sultan Sama membobol jala Persib. Persib tertinggal 0-1 di menit ke-34.

Di menit 29, gawang persib nyaris kebobolan setelah Rizky Pora melakukan tendangan keras dari set piece. Beruntung I Made Wirawan sukses mengamankan bola. Usai water break, tembakan Firman dari situasi bola mati hampir saja membobol gawang Pusamania.

Persib mencoba membangun serangan. Tapi dalam upayanya, Firman utina mengalami benturan dengan Ade Jantra di menit 13. Juga dengan pergerakan energik dari Gian Zola harus berbuah benturan setelah Arphany menjegalnya di menit 22. Hadangan Arphany yang mengenai selangkangan Zola berbuah kartu kuning.

Serangan Pusamania melahirkan tendangan bebas di menit 7.  Hamka Hamzah, yang menjadi eksekotor arah bolanya masih bisa ditangkap oleh kiper I Made Wirawan.

Dalam pertandingan yang didukung ribuan bobotoh tersebut, Persib belum menemukan bentuk aslinya. Terutama kersajama dalam membangun serangan. Sedangkan Pusamania proses transisi dari bertahan ke menyerang begitu rapi.

Saat ini Surabaya mengoleksi 6 poin di peringkat 2. Sedangkan Persib di urutan 4 dengan 3 angka.


Posisi Persib tersebut karena dalam laga sebelumnya Surabaya United menang atas Persela Lamongan skor 4-3.
***

Berita Terkait :


Bagikan :
share fb share g+ share twitter

Tinggalkan Komentar

Komentar Terbaru

Belum ada komentar
Top