Header Jum'at, 22 September 2017

Luis Enrique Dianggap Ceroboh dan Telat Melakukan Antisipasi

Dibuat oleh Lisan Kyrana Pada Selasa, 19 April 2016 12:32 - Spanyol

Luis Enrique Dianggap Ceroboh dan Telat Melakukan Antisipasi

Pendukung Barcelona murka terhadap kekalahan dari Valencia dengan skor 1-2. Mereka menganggap pelatih Luis Enrique ceroboh karena tidak cermat mengamati situasi dan telat melakukan antisipasi.

Barcelonista marah usai terjadinya gol bunuh diri yang dilakukan Ivan Rakitic, ditambah gol yang diciptakan Santi Mirna jelang turun minum. Namun harapan muncul kembali setelah Lionel Messi mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan. Sayangnya harapan untuk menang tetap tidak tercapai.

Para pendukung melampiaskan rasa marahnya dengan melabrak sang pelatih. Pria berusia 45 tahun tersebut diklaim sebagai penyebab kekalahan Barcelona karena tidak melakukan perubahan strategi setelah tertinggal 0-2 di babak pertama.

Enrique sama sekali tidak mengganti pemain setelah istirahat. Dia terus menggunakan Jordi Alba, Gerard Pique, Andres Iniesta, Javier Mascherano, Sergio Busquets, Rakitic, Lionel Messi, Sergi Roberto, dan Luis Suarez sampai pertandingan usai. Padahal di bangku cadangan banyak pemain yang bisa diandalkan seperti Aleix Vidal, Dani Alves, Munir El Haddadi, dan Marc Bartra. Pendukung mengharapkan Enrique memainkan salah satu diantara mereka, namun opsi tersebut tidak dipilihnya.

Pelatih asal Spanyol tersebut seharusnya melakukan perubahan pemain saat mengetahui Barcelona terpuruk di babak pertama. Namun, Enrique kerap telat melakukan antisipasi dan ini bukan pertama kalinya. Kekurangpekaan Enrique juga terjadi saat Barcelona kalah melawan Atletico Madrid (0-2) dan Real Sociedad (0-1). Tidak heran, para pendukung Barcelona menyebutnya sebagai hantu di pinggir lapangan.

 

 

Pendukung Barcelona murka terhadap kekalahan dari Valencia dengan skor 1-2. Mereka menganggap pelatih Luis Enrique ceroboh karena tidak cermat mengamati situasi dan telat melakukan antisipasi.

Barcelonista marah usai terjadinya gol bunuh diri yang dilakukan Ivan Rakitic, ditambah gol yang diciptakan Santi Mirna jelang turun minum. Namun harapan muncul kembali setelah Lionel Messi mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan. Sayangnya harapan untuk menang tetap tidak tercapai.

Para pendukung melampiaskan rasa marahnya dengan melabrak sang pelatih. Pria berusia 45 tahun tersebut diklaim sebagai penyebab kekalahan Barcelona karena tidak melakukan perubahan strategi setelah tertinggal 0-2 di babak pertama.

Enrique sama sekali tidak mengganti pemain setelah istirahat. Dia terus menggunakan Jordi Alba, Gerard Pique, Andres Iniesta, Javier Mascherano, Sergio Busquets, Rakitic, Lionel Messi, Sergi Roberto, dan Luis Suarez sampai pertandingan usai. Padahal di bangku cadangan banyak pemain yang bisa diandalkan seperti Aleix Vidal, Dani Alves, Munir El Haddadi, dan Marc Bartra. Pendukung mengharapkan Enrique memainkan salah satu diantara mereka, namun opsi tersebut tidak dipilihnya.

Pelatih asal Spanyol tersebut seharusnya melakukan perubahan pemain saat mengetahui Barcelona terpuruk di babak pertama. Namun, Enrique kerap telat melakukan antisipasi dan ini bukan pertama kalinya. Kekurangpekaan Enrique juga terjadi saat Barcelona kalah melawan Atletico Madrid (0-2) dan Real Sociedad (0-1). Tidak heran, para pendukung Barcelona menyebutnya sebagai hantu di pinggir lapangan.

 

Berita Terkait :


Bagikan :
share fb share g+ share twitter

Tinggalkan Komentar

Komentar Terbaru

Belum ada komentar
Top