TANGERANG — Pertandingan sengit dan penuh drama tersaji pada pekan ketujuh kompetisi Super League 2026/2027. Persita Tangerang yang bertindak sebagai tuan rumah harus bersusah payah sebelum akhirnya berhasil mengamankan satu poin penting usai bermain imbang 1-1 melawan Bali United di Stadion Internasional Banten, Minggu (25/10/2026).
Laga yang mempertemukan dua tim dengan karakter permainan menyerang ini langsung berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit kick-off dibunyikan. Pendekar Cisadane yang mendapat dukungan penuh dari ribuan pendukung setianya langsung mengambil inisiatif menyerang untuk menekan pertahanan tim tamu.
Kendati tampil menekan pada awal babak pertama, lini belakang Persita justru lengah menghadapi efektivitas serangan balik yang dibangun oleh Serdadu Tridatu. Memasuki menit ke-29, stadion sempat terbungkam ketika penyerang tajam Bali United, Marko Dugandžić, sukses memecah kebuntuan. Memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah, Dugandžić melepaskan tembakan terarah yang gagal dihalau kiper Persita, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Tertinggal satu gol membuat intensitas permainan anak asuh pelatih Persita semakin meningkat. Mereka mencoba melancarkan berbagai variasi serangan baik dari sisi sayap maupun umpan-umpan terobosan langsung ke jantung pertahanan Bali United. Namun, disiplinnya barisan pertahanan Serdadu Tridatu yang dikomandoi para pemain belakang berpengalaman membuat skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, juru taktik Persita melakukan sejumlah pergantian pemain strategis untuk menambah daya gedor lini depan. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke area pertahanan Bali United yang mulai tampil lebih bertahan demi mengamankan keunggulan tipis mereka. Sejumlah peluang emas sempat tercipta melalui aksi para penyerang Pendekar Cisadane, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang serta gemilangnya penampilan penjaga gawang Bali United masih mampu mentah.
Pertandingan juga diwarnai dengan duel-duel fisik yang ketat di lini tengah, memaksa wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk meredam emosi pemain. Tercatat pemain seperti Queven dan Remco Balk dari kubu Bali United, serta Alexandre Ramalingom, Javlon Guseynov, dan Mario Jardel dari kubu Persita diganjar kartu peringatan akibat pelanggaran keras demi memutus aliran bola lawan.
Drama puncak terjadi pada masa injury time babak kedua tatkala harapan suporter tuan rumah nyaris pupus. Memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti di menit 90+6′, gelandang tengah Persita, Pablo Ganet, muncul sebagai pahlawan penyelamat. Dengan tenang, ia menyambut bola liar dan menceploskannya ke dalam gawang, mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus menyamakan kedudukan secara dramatis di detik-detik akhir pertandingan.
Gol penyeimbang tersebut disambut gegap gempita oleh seluruh pendukung Persita yang memadati Stadion Internasional Banten. Sesaat setelah gol tersebut, wasit pun meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Hasil imbang ini membuat Persita memperpanjang catatan positif tren tak terkalahkan di kandang, sementara Bali United harus puas membawa pulang satu poin berharga dari lawatan tandang mereka.






