BANDAR LAMPUNG — Pertandingan sengit tersaji pada pekan ke-7 BRI Super League 2026/2027 saat Bhayangkara Presisi Lampung FC menjamu PSM Makassar. Berlaga di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Senin (26/10/2026) malam, kedua tim harus puas berbagi satu poin setelah mengakhiri laga dengan skor imbang 0-0.
Pertempuran taktikal langsung terasa sejak peluit babak pertama dibunyikan. Tampil di depan pendukung sendiri, Bhayangkara FC mencoba mengambil inisiatif serangan dengan mengandalkan pergerakan Milan Ristovski di lini depan. Namun, kokohnya barisan pertahanan PSM Makassar yang dipimpin para bek berpengalaman membuat alur serangan tuan rumah berulang kali kandas sebelum memasuki kotak penalti.
PSM Makassar yang tidak ingin pulang dengan tangan kosong memberikan perlawanan yang tak kalah sengit. Mengandalkan skema transisi cepat, skuad Juku Eja beberapa kali menebar ancaman melalui serangan balik matang. Tensi permainan yang tinggi juga memaksa wasit mengeluarkan kartu kuning pertama pada menit ke-25 untuk gelandang PSM, Navarone Foor, akibat pelanggaran keras di area tengah.
Memasuki babak kedua, kedua pelatih mencoba memutar otak demi memecah kebuntuan. Bhayangkara FC memasukkan I Made Andhika Wijaya dan Anton Søjberg untuk menambah daya gedor dan kesegaran di area sayap. Perubahan ini membuat tempo permainan semakin meningkat dan memaksa lini belakang PSM bekerja ekstra keras mempertahankan area pertahanan mereka.
PSM Makassar merespons pergantian strategi tersebut dengan memasukkan tenaga baru seperti Resky Fandi dan Henhen Herdiana. Kehadiran amunisi anyar ini membuat duel di lini tengah semakin panas. Kartu kuning kembali keluar dari saku wasit, masing-masing untuk I Made Andhika (’63) dan Firza Andika (’80) dari kubu Bhayangkara FC, serta Mufli Hidayat (’77) dari tim tamu.
Hingga tambahan waktu babak kedua berakhir, kedua tim terus berupaya membongkar pertahanan lawan melalui eksekusi bola mati maupun umpan silang. Kendati demikian, disiplinnya lini belakang serta sigapnya penampilan kedua kiper membuat tidak ada gol yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Tambahan satu poin ini menuntut kedua pelatih untuk mengevaluasi efektivitas penyelesaian akhir tim masing-masing. Bagi Bhayangkara FC, kegagalan memanfaatkan status tuan rumah menjadi catatan penting untuk laga berikutnya, sementara PSM Makassar berhasil membawa pulang poin berharga dari lawatan tandang yang cukup berat ini.






