Gianyar, Bali — Pertandingan sengit antara Isenmulang Kalteng FC dan PSIM Yogyakarta berakhir imbang tanpa gol dengan skor 0-0 dalam lanjutan pekan ke-7 kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2026/2027. Duel yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali tersebut berjalan sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim yang sama-sama mengincar kemenangan perdana tampil habis-habisan, namun kedisiplinan lini pertahanan masing-masing klub membuat laga harus berakhir dengan skor kacamata.
Sejak babak pertama dimulai, PSIM Yogyakarta yang bertindak sebagai tim tamu justru langsung mengambil inisiatif serangan. Skuad asuhan Jean-Paul van Gastel ini tampil sangat dominan dengan menerapkan permainan dari kaki ke kaki yang rapi. Penguasaan bola yang mencapai 68% sepanjang laga menunjukkan bagaimana Laskar Mataram mengendalikan ritme permainan dan memaksa Isenmulang Kalteng FC untuk lebih banyak bertahan di area mereka sendiri.
Gempuran demi gempuran yang dilancarkan PSIM Yogyakarta melahirkan sejumlah peluang emas di paruh pertama. Salah satu momen paling krusial terjadi ketika penyerang asing mereka, Mauro Caballero, berhasil melepaskan tembakan terarah yang sudah melewati jangkauan kiper. Namun, pendukung tim tamu harus gigit jari setelah bek tangguh Isenmulang, Leo Lelis, dengan sigap melakukan sapuan dramatis tepat di garis gawang untuk menyelamatkan timnya dari kebobolan.
Di sisi lain, Isenmulang Kalteng FC tidak tinggal diam dan mencoba keluar dari tekanan melalui skema serangan balik cepat. Mengandalkan kecepatan Firman Ramadhan di sektor sayap, tim berjuluk Laskar Isenmulang ini sempat beberapa kali merepotkan barisan pertahanan PSIM. Kendati demikian, kurangnya dukungan dari lini kedua membuat peluang-peluang yang didapatkan di babak pertama sering kali kandas sebelum memasuki kotak penalti lawan.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan tidak banyak berubah dengan PSIM yang tetap memegang kendali permainan. Van Gastel mencoba menyegarkan lini depan demi memecah kebuntuan, yang membuat intensitas serangan mereka semakin meningkat. Namun, mereka membentur tembok kokoh bernama Lucas Frigeri, penjaga gawang Isenmulang yang tampil sangat gemilang dengan mencatatkan total 8 penyelamatan penting sepanjang pertandingan.
Menjelang akhir laga, tensi pertandingan semakin memuncak dan melahirkan peluang emas terakhir bagi PSIM Yogyakarta. Ezequiel Vidal mendapatkan ruang bebas di dalam kotak penalti dan berhasil menyambut umpan silang dengan sebuah sundulan keras. Sayangnya bagi Laskar Mataram, bola hasil sundulan tersebut masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Frigeri, sekaligus menjadi penanda berakhirnya laga tanpa ada gol yang tercipta.
Hasil imbang ini tentu menjadi kerugian bagi kedua tim yang sedang berjuang untuk bangkit di papan bawah klasemen. Tambahan satu poin membuat Isenmulang Kalteng FC tertahan di peringkat ke-16 dengan total koleksi 3 poin dari tujuh laga. Sementara itu, PSIM Yogyakarta juga belum mampu beranjak dari zona merah dan membayangi tepat di bawahnya, yakni peringkat ke-17 dengan raihan 2 poin.






