Pesta Gol Bersejarah di Prancis, Pasukan Cesc Fabregas Bantai Kandang RC Lens Sembilan Gol
LENS – Pertandingan matchday keempat fase liga UEFA Champions League 2026/27 melahirkan sejarah baru yang sangat mencengangkan di jagat sepak bola Eropa. Wakil Prancis, RC Lens, harus menelan pil luar biasa pahit setelah dihancurkan oleh tim debutan asal Italia, Como 1907, dengan skor telak 1-9 di hadapan pendukung mereka sendiri di Stade Bollaert-Delelis, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini menjadi salah satu malam paling kelam bagi kubu tuan rumah sekaligus malam keemasan bagi tim tamu.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Como yang kini diarsiteki oleh Cesc Fabregas langsung memperagakan permainan menekan yang agresif dan tak membiarkan tuan rumah berkembang. Pesta gol I Lariani dibuka pada menit ke-7 melalui sontekan jarak dekat penyerang andalan mereka, Anastasios Douvikas, setelah memanfaatkan umpan matang dari korner. Kebobolan cepat membuat mental para pemain RC Lens goyah, yang terlihat dari longgarnya lini pertahanan mereka yang terus-menerus dieksploitasi oleh kreativitas Nico Paz.
Dominasi total Como semakin tak terbendung ketika Anastasios Douvikas mencetak gol keduanya pada menit ke-32. Menjelang turun minum, talenta muda Argentina Nico Paz menambah penderitaan sang tuan rumah lewat golnya di menit ke-40, yang juga menjadi penghormatan emosional di atas lapangan. Skor telak 3-0 menutup paruh pertama pertandingan, memicu gelombang kekecewaan dari ribuan pendukung fanatik Les Sang et Or yang memadati stadion.
Memasuki babak kedua, alih-alih bangkit mengejar ketertinggalan, RC Lens justru mengalami petaka yang jauh lebih besar. Lini belakang mereka sepenuhnya hancur lebur saat Lucas Da Cunha langsung memperlebar keunggulan menjadi 4-0 di menit ke-47. Selang enam menit kemudian, giliran bek Marc-Oliver Kempf yang mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan kepala terukur. Penderitaan malam itu kian lengkap bagi Lens ketika Douvikas menyempurnakan performa gemilangnya dengan mencetak gol hat-trick di menit ke-57.
Intensitas serangan menyeramkan dari Como terus membuahkan hasil melalui gol pemain pengganti Mattia Liberali pada menit ke-62. Tuan rumah sempat mencuri satu gol hiburan lewat tendangan voli indah Ruben Aguilar pada menit ke-65 memanfaatkan skema sepak pojok. Namun, kegembiraan kecil itu langsung dipadamkan seketika oleh Martin Baturina yang lolos dari jebakan offside dan menyarangkan gol kedelapan Como pada menit ke-69.
Menjelang laga usai, Como memastikan kemenangan spektakuler ini menjadi rekor kemenangan tandang terbesar dalam sejarah Champions League modern setelah pemain berusia 18 tahun, Matteo Papaccioli, mencetak gol penutup di masa injury time (90+2′). Hasil luar biasa ini melesatkan Como ke peringkat keempat klasemen sementara fase liga dengan koleksi sembilan poin. Sebaliknya bagi RC Lens, kekalahan memalukan ini menuntut evaluasi total dari jajaran pelatih atas rapuhnya organisasi permainan mereka di level Eropa.






